Karanganyar — Masa tanggap darurat bencana kebakaran di kawasan Putri Cempo resmi memasuki tahap akhir. Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Karanganyar bersama unsur relawan dan jejaring Muhammadiyah menutup Respon Tanggap Darurat sebagai bagian dari proses evaluasi sekaligus penanda berakhirnya fase respons darurat di lapangan.
Penutupan respon bukan berarti berakhirnya kepedulian. Justru, momentum tersebut menjadi pengingat bahwa semangat kemanusiaan Muhammadiyah terus berjalan melalui prinsip One Muhammadiyah One Response.
Selama masa tanggap darurat, posko menjadi ruang koordinasi bagi relawan dalam memberikan respons terhadap kebutuhan masyarakat terdampak. Berbagai unsur bergerak bersama, saling menguatkan, dan berkoordinasi agar pelayanan kemanusiaan dapat berjalan sesuai dengan kebutuhan di lapangan.
Agus Dwi Purwanto, sekretaris MDMC Karanganyar mengungkapkan bahwa Semangat One Muhammadiyah One Response menegaskan bahwa dalam menghadapi bencana, Muhammadiyah tidak bergerak sendiri-sendiri. Jejaring organisasi, lembaga, amal usaha, relawan, dan masyarakat dapat mengambil peran sesuai kapasitas masing-masing dalam satu semangat kemanusiaan.
“Penutupan posko merupakan bagian dari tahapan penanganan bencana. Namun semangat untuk membantu dan membersamai masyarakat tidak berhenti ketika posko ditutup,” menjadi pesan yang mengiringi berakhirnya operasional Posko Tanggap Darurat Putri Cempo,” ungkapnya.
Bagi MDMC Karanganyar, pengalaman selama penanganan bencana Putri Cempo juga menjadi bahan evaluasi untuk memperkuat kesiapsiagaan menghadapi kejadian serupa di masa mendatang. Setiap respons menjadi pembelajaran penting untuk meningkatkan koordinasi, kapasitas relawan, serta kualitas pelayanan kebencanaan.
Penutupan posko dilakukan dengan mengundang Pimpinan Daerah Muhammadiyah Karanganyar bersama seluruh elemen Muhammadiyah yang ikut membantu dalam kerja kerelawanan MDMC selama masa tanggap darurat kebakaran putri cempo.
Kehadiran dan sinergi secara kolektif bersama Ortom, Majelis Wakaf, MPKU, LPCR, LAZISMU, dan Pimpinan Daerah Aisyiyah. Selain dukungan dari organisasi tingkat Pimpinan Daerah Muhammadiyah, di tingkat Cabang juga saling support dengan dukungan dari PCM Gondangrejo, PCA Gondangrejo, PRM/A Karangturi, serta titik kegiatan di TK Aisyiyah Ingasrejo. Hal ini sebagai penegas bahwa kebersamaan yang terbangun selama masa tanggap darurat menjadi bukti bahwa kekuatan Muhammadiyah dalam kerja kemanusiaan terletak pada jejaring dan semangat untuk bergerak bersama.
Respon Putri Cempo boleh selesai, tetapi kepedulian tidak boleh berhenti.
Melalui semangat One Muhammadiyah One Response, MDMC Karanganyar meneguhkan komitmen untuk terus hadir dalam setiap ikhtiar kemanusiaan sigap ketika bencana terjadi, bersama dalam penanganan, dan tetap membersamai masyarakat dalam proses pemulihan.