Karanganyar — Dalam semangat menebar kepedulian dan memperluas manfaat ibadah qurban hingga pelosok desa, LAZISMU Karanganyar melaksanakan program Qurban Pelosok Desa tahun 1447 H/2026 M. Tahun ini, kegiatan dipusatkan di Masjid Mimbar Islam Jlobog, Kecamatan Wonosamudro.

Pelaksanaan qurban yang baru pertama dijalankan oleh LAZISMU Karanganyar alhamdulillah mendapatkan 6 ekor domba. Disembelih dan didistribusikan kepada 1 Dusun dengan jumlah 350 KK. Hewan qurban tersebut berasal dari para Sohibul Qurban yang telah mempercayakan penyaluran ibadah qurbannya melalui LAZISMU Karanganyar.

Program Qurban Pelosok Desa tahun ini menitikberatkan pada tiga aspek penting. Pertama, pemerataan distribusi hewan qurban agar masyarakat di wilayah pelosok juga dapat merasakan kebahagiaan Idul Adha dan menikmati daging qurban secara merata.

Kedua, pemberdayaan peternak lokal melalui pembelian hewan qurban dari Jamaah Ternak Muhammadiyah (JATAM). Langkah ini menjadi bagian dari upaya mendukung kemandirian ekonomi peternak binaan Muhammadiyah sekaligus memperkuat ekosistem ekonomi umat.

Ketiga, kepedulian terhadap lingkungan dengan mengurangi penggunaan kantong plastik dalam pendistribusian daging qurban. Sebagai gantinya, panitia menggunakan besek bambu yang lebih ramah lingkungan dan bernilai budaya lokal.

Kegiatan berlangsung dengan lancar dan penuh semangat gotong royong dari panitia, relawan, serta masyarakat setempat. Melalui program ini, LAZISMU Karanganyar berharap nilai-nilai qurban tidak hanya menghadirkan kebahagiaan bagi penerima manfaat, tetapi juga mampu mendorong pemberdayaan ekonomi dan kepedulian terhadap lingkungan.

“Qurban bukan sekadar ibadah penyembelihan, tetapi juga sarana menghadirkan kebermanfaatan yang lebih luas bagi masyarakat,” ujar Winahyu, Eksekutif LAZISMU Karanganyar.

Dengan adanya program Qurban Pelosok Desa ini, LAZISMU Karanganyar terus berkomitmen menghadirkan program qurban yang amanah, berdampak, dan berkelanjutan untuk umat.